Sistem Pelumasan

Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan benda yang saling bergesekan dengan menambahkan suatu zat pelumas diantara permukaan tersebut. Maksud dari gesekan itu sendiri adalah suatu bentuk gaya yang berlawanan dengan arah gerak benda yang besarnya tergantung pada kondisi atau kekasaran permukaan dan beban normal. Adanya gesekan (friction) akan mengakibatkan kehilangan energi dan mempercepat keausan benda.

Prinsip dasar pelumasan terencana pada mesin ada 4, yaitu:
a. Apa yang harus dilumasi?
b. Bagaimana melumasinya?
c. Kapan dilumasi?
d. Pelumas mana yang digunakan?

Tujuan Pelumasan
Tujuan diadakan pelumasan adalah sebagai berikut:
• Mengurangi semaksimal mungkin gesekan yang terjadi diantara bagian-bagian yang bergerak
• Mengusahakan agar keausan terjadi seminimal mungkin
• Mendinginkan bagian-bagian mesin yang panas akibat gesekan
• Menghalangi masuknya debu
• Mencegah terjadinya korosi

Bentuk Pelumas

Menurut Higgins dan Morrow (1995: hal 9.17) bahwa bentuk pelumas terbagi menjadi 4 yaitu:
1) Pelumas cair (oli)
Syarat pemilihan oli yang baik adalah viskositas sesuai, multigrade, tidak mudah terbakar, tidak bereaksi dengan oksigen dan udara keliling.
2) Pelumas setengah padat (grease/ gemuk lumas)
Bahan dasar dari grease/ gemuk adalah pelumas cair yang telah diberi bahan pengental, dengan kandungan oli 70% sampai 90%. Keuntungan dari penggunaan pelumas setengah padat adalah merupakan penutup yang baik, biasanya lebih tahan terhadap suhu tinggi, tidak tercecer dan penggantian tidak perlu sering. Sedangkan kerugiannya adalah pendinginan kurang baik, friksi lebih besar, penanganan dan pengaplikasian lebih rumit dan perlindungan yang kurang merata.
3) Pelumas padat
Kelebihan pelumas padat ini adalah dapat bekerja pada suhu operasi 2500C – 3000C dan dibawah – 600C. Pada suhu tersebut pemakaian oli atau gemuk tidak memungkinkan lagi. Pelumas padat dalam bentuk bedak, partikelnya berukuran 0,5 µm hingga beberapa µm. Jenis pelumas padat ada dua, yaitu: graphite dan molybdenum disulphide.
4) Pelumas gas
Jenis pelumas gas digunakan untuk melumasi tempat-tempat yang tidak mungkin dilumasi, karena mempunyai putaran kurang lebih 100.000 rpm. Biasanya diaplikasikan pada peralatan pembangkit energi nuklir dan beberapa instalasi turbin gas.

Sumber: Praktek Perawatan Dasar POLINEMA (buku ajar)

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

BTricks

BThemes

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.