Kehidupan dunia ini begitu sebentar
dan pasti akan ditinggalkan suatu saat nanti. Saya hanya bisa berkumpul dg istri dan anak-anakku di surga yang abadi nanti..
Road to Bromo Mt.
Zodiak minggu ini, sesuaikah dg keadaanmu..???
Si Doi
Pisces
19 Februari - 20 Maret
Peruntungan: Rasa penat yang menggelayut di badan dan pikiran Anda ternyata membawa dampak yang cukup besar dan luas, apalagi di saat segalanya perlu kerja keras sehingga kalau badan terhanyut oleh hawa malas ini maka kesuksesan yang sudah di depan mata itu akan hilang terbawa angin.
Taurus
21 April - 20 Mei
Peruntungan: Apa mau dikata jika liku-liku jalannya harus begini dan sulit untuk bisa berkembang saat ini. Terima saja keadaan ini sambil terus mencari ide-ide yang brilian yang bisa digunakan di lain waktu.
=============================
Pisces
19 Februari - 20 Maret
Karir: Sering-seringlah kontak dengan teman sekantor agar tak ketinggalan informasi terbaru.
Taurus
21 April - 20 Mei
Karir: Optimislah bahwa semua itu butuh waktu dan kesabaran.
=============================
Pisces
19 Februari - 20 Maret
Kesehatan: Hanya masuk angin biasa dan tak perlu terlalu dicemaskan.
Taurus
21 April - 20 Mei
Kesehatan: Jangan tergoda oleh promosi yang belum tentu cocok dengan kondisi badan Anda saat ini. Bila ingin mencoba lebih baik dikonsultasikan dulu dengan dokter Anda.
=============================
Pisces
19 Februari - 20 Maret
Keuangan: Solusi untuk kecemasan masalah keuangan terletak pada orang di dekat Anda.
Taurus
21 April - 20 Mei
Keuangan: Pemborosan begitu meningkat dari hari kehari dan puncaknya di hari ini. Mau tidak mau Anda harus memanage keuangan dengan sebaik-baiknya.
=============================
Pisces
19 Februari - 20 Maret
Asmara: Segalanya bisa diselesaikan secara baik-baik. Tidak perlu harus dengan emosi.
Taurus
21 April - 20 Mei
Asmara: Hadapilah semua ini dengan senyum dan penuh rasa syukur agar nikmat yang Anda rasakan bisa dilipatgandakan olehNya.
=============================
Muhasabah
1. Tunjukkan perform, jangan malu. Bertanyalah sampai kamu mengerti.
2. Kalo ada waktu nganggur, inisiatiflah untuk melakukan hal yg bermanfaat.
3. Belajar lagi & semangat!!
4. Bersikaplah luwes agar mudah diterima dalam kelompok dan itu akan membuatmu dpat good perform.
5. Respect (rasa hormat), jabat tangan, sapa dan perhatikan orang ketika berbicara.
6. Lakukan inovasi pada proses untuk improvement:
-amatilah mesin, equipment dan orang
-sistem maintenance
7. Seringlah berdoa dan ingat Allah.
Pertamax Plus
Pertamax Plus adalah bahan bakar minyak produksi Pertamina. Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi, dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax Plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performaInternational World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax Plus adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan teknologiElectronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic converters.
Keunggulan Pertamax Plus:
§ Bebas timbal.
§ Oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Pertamax.
§ Karena memiliki oktan tinggi, maka Pertamax Plus bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi. Sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax Plus lebih maksimal, karena BBM digunakan secara optimal. Sedangkan pada mesin yang menggunakan Premium, BBM terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Gejala ini yang dikenal dengan 'knocking' atau mesin ngelitik.
Yamaha Mixture Jet Fuel Injection (YMJET-FI)
By
Winn d'engineer
Saat ini memang sedang marak dibuat atau dikeluarkannya berbagai macam alat teknologi yang bersahabat dengan lingkungan. Seperti halnya teknologi yang digunakan pada kendaraan bermotor baik itu mobil ataupun motor. Saat ini bahkan hampir semua unit mobil yang diproduksi oleh semua produsen mobil terkenal dan ternama di dunia sudah sebagian besar menggunakan teknologi yang bersabahat dengan lingkungan atau istilahnya “go green”. Pada motor pun juga seperti itu, hampir semua motor baik itu motor bebek, matic, maupun motor sport baik itu dengan kapasitas mesin yang besar maupun kecil semuanya nanti diharapkan memiliki dan sudah memakai teknologi yang “go green”. Saat ini hal ini tengah “digarap” secara serius oleh produsen motor yang sudah ternama di Indonesia yakni Yamaha Motor Indonesia. Pihak Yamaha sendiri menyebut teknologi “go green” mereka dengan nama Teknologi Yamaha Mixture Jet-Fuel Injetion atau disingkat dengan YMJET-FI. Dengan menggunakan moto Yamaha Semakin di Depan, saat ini Yamaha pun Semakin di Depan dalam penggunaan teknologi Fuel Injection yang sudah banyak merambah pada teknologi motor dan juga mobil. Pihak yamaha sendiri sudah menyiapkan segalanya yakni dengan memberikan bekal kepada para mekanik mereka seputar pengetahuan tentang penggunaan dan bagaimana cara untuk melakukan perawatan pada jenis motor Fuel Injection. Menurut saya pribadi Yamaha sudah menghadirkanm sebuah keajaiban dalam hal tenologi motor yang memang sudah terkenal sangat unggul dalam hal kualitasnya. Teknologi baru Yamaha dengan Yamaha Mixture JET-Fuel Injectionnya bisa dipastikan bahwa teknologi ini nantinya memiliki keuntungan dalam hal akselerasi yang bisa menghasilkan tenaga terhadap mesin yang sangat baik. Selain itu, dengan adanya teknologi terbaru
Transmisi Daya (Kopling)
Kopling adalah elemen mesin yang berfungsi sebagai pemindah daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya dan juga kondisi poros tersebut harus satu sumbu dan sejajar. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan efisien.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:
1) Mampu menahan adanya kelebihan beban.
2) Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain.
3) Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.
4) Mampu mencegah terjadinya beban kejut.
Untuk perencanaan sebuah kopling kita harus memperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut:
1) Kopling harus mudah dipasang dan dilepas
2) Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros
3) Kopling harus sederhana dan ringan
4) Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros
Jenis-Jenis Kopling
Konstruksi kopling dapat kaku, luwes dan fleksibel tergantung pada kondisi mesin yang akan digerakkan. Berikut beberapa jenis-jenis kopling :
1) Sleeve coupling
Kopling ini digunakan untuk memindahkan beban yang ringan pada putaran rendah dan biasanya pada poros berukuran kecil. Untuk memindahkan beban digunakan pena, pasak atau baut pengikat. Kualitas dari permukaan lubang mempengaruhi masa penggunaan.
Gambar 1: Sleeve Coupling *)
*) Sumber: Teori Alignment, 2008 : 5
2) Split sleeve coupling
Kopling ini lebih mudah pemasangan dan pelepasannya dibandingkan dengan sleeve coupling. Kopling ini menekan poros melalui baut atau ring tirus sehingga momen puntir dipindahkan melalui gesekan.
Gambar 2: Split Sleeve Coupling *)
*) Sumber: Teori Alignment, 2008 : 5
3) Flanged Coupling
Bentuk permukaan dari sisi kopling bermacam-macam, diantaranya berbentuk lingkaran, elips, segitiga ujung radius, dan lain-lain. Sumbu diantara poros pada kopling ini harus satu sumbu. Untuk meneruskan daya atau putaran digunakan baut.
Gambar 3: Flanged Coupling *)
*) Sumber: Teori Alignment, 2008 : 5
4) Gear coupling
Untuk memindahkan putaran atau daya pada poros digunakan sepasang roda gigi yang berpasangan, yaitu roda gigi luar dan roda gigi dalam. Sifat fleksibel didapat dari hubungan roda gigi.
Gambar 4: Gear Coupling *)
*) Sumber: Teori Alignment, 2008 : 5
5) Disc Coupling
Sebagai perantara diantara permukaan setengah kopling digunakan piringan yang mempunyai beberapa lubang sebagai dudukan pena.
Gambar 5: Disc Coupling *)
*) Sumber: Teori Alignment, 2008 : 5
6) Spider Coupling
Elemen perantara diantara dua bagian kopling berbentuk seperti laba-laba yang terbuat dari bahan fleksibel seperti karet.
Gambar 6: Spider Coupling *)
*) Sumber: Teori Alignment, 2008 : 8
Pemilihan Kopling
Pabrik pembuat kopling biasanya menyediakan tabel yang digunakan untuk memilih kopling. Data yang diperlukan oleh teknisi perancang atau teknisi perawatan adalah:
1) Diameter poros
2) Kecepatan
3) Torsi maksimum
4) Momen inersia massa
5) Ukuran maksimum dalam kaitannya dengan dimensi setelah dirakit.
Berdasarkan data-data tersebut dan dengan menggunakan tabel dapat ditentukan tipe kopling yang mana dan kelengkapan baut-bautnya yang akan diperlukan. Kopling akan sangat handal jika dipasang dengan tepat, sebaliknya bila kesumbuannya/ kesebarisannya tidak baik akan terjadi getaran yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan yang fatal.
Sumber Referensi:
1. Arisandi, Duddy. 2007. Teori Alignment. Politeknik Manufaktur Bandung (buku ajar)
Penggerak Utama (Prime Mover)
By
Winn d'engineer
Umumnya unit penggerak pompa terdiri dari tiga jenis yaitu:
• Motor bakar
• Motor listrik
• Turbin
Penggerak tipe motor bakar dan turbin sangat tidak ekonomis untuk perencanaan pompa karena konstruksinya berat, besar dan memerlukan sistem penunjang misalnya sistem pelumasan, pendinginan dan pembuangan gas hasil pembakaran. Sistem penggerak motor listrik lebih sesuai dimana konstruksinya kecil
dan sederhana, sehingga dapat digabungkan menjadi satu unit kesatuan dalam rumah pompa. Faktor lain yang membuat motor ini sering digunakan adalah karena murah dalam perawatan dan mampu bekerja untuk jangka waktu yang relatif lama dibanding penggerak motor bakar dan turbin.
Sumber Referensi:
1. Sularso dan Haruo Tahara, 1996, Pompa dan Kompresor, Pradnya Paramita, Jakarta.
Klasifikasi Pompa
By
Winn d'engineer
Menurut Sunarno (2005: 55) ada berbagai macam pompa. Pembagian ini dapat berdasarkan pada:
1) Tekanan keluaran (rendah, sedang dan tinggi)
2) Kapasitas yang dihasilkan (rendah, sedang dan tinggi)
3) Fluida yang dipindahkan (air, minyak, susu dan sebagainya)
4) Posisi atau kedudukannya (mendatar, tegak dan sebagainya).
Klasifikasi seperti di atas sangat terbatas dan cenderung saling melingkupi/ tumpang tindih. Sistem klasifikasi pompa yang lebih kuat adalah yang didasarkan pada bagaimana energi ditambahkan pada fluida yang dipompa. Dalam sistem klasifikasi ini, secara garis besar pompa dapat dibagi menjadi:
1) Pompa perpindahan positif (positive displacement pump) yaitu pompa yang bekerja menghisap zat cair, kemudian menekan zat cair tersebut, selanjutnya zat cair dikeluarkan melalui katup atau lubang keluar. Pada pompa ini fluida yang dihisap sama dengan fluida yang dikeluarkan.
2) Pompa rotodinamik (rotodynamic pump atau non positive displacement pump), dimana energi yang ditambahkan pada fluida kerja di dalam pompa secara kontinyu dinaikkan kecepatannya, kemudian dilakukan penurunan kecepatan fluida di bagian lain dalam pompa untuk mendapatkan energi tekan.
1. Pompa Perpindahan Positif (Positive Displacement Pump)
Pompa langkah positif terbagi atas pompa reciprocating, pompa diafragma dan pompa rotari. Penjelasan dari masing-masing pompa adalah sebagai berikut:
Gambar 1: Klasifikasi Pompa Perpindahan Positif *)
*) “Troubelshooting dan Overhaul Pompa”, Learning Outcome PTFI, hal.38.
a) Pompa reciprocating
Pompa reciprocating adalah sebuah pompa dimana energi mekanis penggerak pompa diubah menjadi energi aliran dari zat cair yang dipindahkan dengan menggunakan elemen yang bergerak bolak-balik di dalam sebuah silinder. Elemen yang bergerak bolak-balik itu dapat berupa piston atau plunyer. Pompa reciprocating biasanya digunakan untuk memindahkan fluida kental dan digunakan pada sumur minyak. Contoh dari pompa reciprocating adalah pompa piston, pompa plunyer dan pompa diapraghma.
b) Pompa rotari
Pompa rotari adalah pompa perpindahan positif dimana energi ditransmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang berputar di dalam rumah (casing). Pada waktu elemen berputar, di dalam rumah pompa berbentuk ruangan yang mula-mula volumenya berkurang (pada sisi tekan). Karena putaran elemen tersebut konstan maka aliran zat cair yang dihasilkan hampir merata. Pompa rotari banyak digunakan pada pemompaan cairan yang viskositasnya lebih tinggi dari air.
Contoh dari pompa rotary adalah pompa gear, pompa lube, pompa screw dan pompa baling-baling.
2. Pompa Rotodinamik (Non Positive Displacement Pump)
Pompa Rotodinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut beroperasi yaitu impeler yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang diperlukan untuk memompa fluida.
Klasifikasi dari pompa rotodinamik dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 2: Klasifikasi Pompa Rotodinamik *)
*) “Troubelshooting dan Overhaul Pompa”, Learning Outcome PTFI, hal.2.
a) Pompa sentrifugal, yaitu pompa yang prinsip kerjanya merubah energi mekanik dalam bentuk kerja poros menjadi energi tekanan fluida.
b) Pompa peripheral dan pompa spesial merupakan pompa dengan efek khusus dan digunakan untuk kondisi yang khusus pula di lokasi industri.
Sumber Referensi:
1. Hicks and Edward, 1971, Pump Application Engineering, McGraw-Hill Book Company, New York.
2. Sunarno. 2005. Mekanikal Elektrikal, ANDI Yogyakarta.
3. Tikonuwu. 1998. “Troubelshooting dan Overhaul Pompa”, Learning Outcome PTFI
Pengertian Pompa
Pompa adalah salah satu peralatan yang digunakan untuk merubah energi mekanik menjadi energi tekan pada fluida yang dipompa. Pada umumnya pompa digunakan untuk memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih tinggi tempatnya, tinggi tekanannya, ataupun sirkulasinya.
Pengubahan energi mekanik menjadi energi tekan fluida tersebut di atas dapat dicapai dengan beberapa cara antara lain:
a) Mengubah energi mekanis dengan menggunakan alat semacam sudu atau
atau impeler dengan bentuk tertentu
b) Dengan menggunakan gerak bolak-balik piston atau semacamnya
c) Dengan penukaran energy menggunakan fluida perantara, baik gas atau cair. Fluida perantara ini diberi kecepatan tinggi dan dicampur dengan fluida yang dipompa dengan kecepatan rendah. Cara ini bias menggunakan pompa jet.
d) Dengan menggunakan udara atau gas bertekanan tinggi yang diinjeksikan ke dalam suatu saluran yang berisi fluida yang dipompa.
Sumber:Sunarno,"Mekanikal Elektrikal". 2005: 55).
Sistem Pelumasan
By
Winn d'engineer
Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan benda yang saling bergesekan dengan menambahkan suatu zat pelumas diantara permukaan tersebut. Maksud dari gesekan itu sendiri adalah suatu bentuk gaya yang berlawanan dengan arah gerak benda yang besarnya tergantung pada kondisi atau kekasaran permukaan dan beban normal. Adanya gesekan (friction) akan mengakibatkan kehilangan energi dan mempercepat keausan benda.
Prinsip dasar pelumasan terencana pada mesin ada 4, yaitu:
a. Apa yang harus dilumasi?
b. Bagaimana melumasinya?
c. Kapan dilumasi?
d. Pelumas mana yang digunakan?
Tujuan Pelumasan
Tujuan diadakan pelumasan adalah sebagai berikut:
• Mengurangi semaksimal mungkin gesekan yang terjadi diantara bagian-bagian yang bergerak
• Mengusahakan agar keausan terjadi seminimal mungkin
• Mendinginkan bagian-bagian mesin yang panas akibat gesekan
• Menghalangi masuknya debu
• Mencegah terjadinya korosi
Bentuk Pelumas
Menurut Higgins dan Morrow (1995: hal 9.17) bahwa bentuk pelumas terbagi menjadi 4 yaitu:
1) Pelumas cair (oli)
Syarat pemilihan oli yang baik adalah viskositas sesuai, multigrade, tidak mudah terbakar, tidak bereaksi dengan oksigen dan udara keliling.
2) Pelumas setengah padat (grease/ gemuk lumas)
Bahan dasar dari grease/ gemuk adalah pelumas cair yang telah diberi bahan pengental, dengan kandungan oli 70% sampai 90%. Keuntungan dari penggunaan pelumas setengah padat adalah merupakan penutup yang baik, biasanya lebih tahan terhadap suhu tinggi, tidak tercecer dan penggantian tidak perlu sering. Sedangkan kerugiannya adalah pendinginan kurang baik, friksi lebih besar, penanganan dan pengaplikasian lebih rumit dan perlindungan yang kurang merata.
3) Pelumas padat
Kelebihan pelumas padat ini adalah dapat bekerja pada suhu operasi 2500C – 3000C dan dibawah – 600C. Pada suhu tersebut pemakaian oli atau gemuk tidak memungkinkan lagi. Pelumas padat dalam bentuk bedak, partikelnya berukuran 0,5 µm hingga beberapa µm. Jenis pelumas padat ada dua, yaitu: graphite dan molybdenum disulphide.
4) Pelumas gas
Jenis pelumas gas digunakan untuk melumasi tempat-tempat yang tidak mungkin dilumasi, karena mempunyai putaran kurang lebih 100.000 rpm. Biasanya diaplikasikan pada peralatan pembangkit energi nuklir dan beberapa instalasi turbin gas.
Sumber: Praktek Perawatan Dasar POLINEMA (buku ajar)
Diberdayakan oleh Blogger.


